Meretas Sandi Sandiaga

Siapa yang tidak tahu Sandiaga Uno? Wajah pengusaha sukses yang terbilang muda ini terus memenuhi berbagai media di Indonesia selama beberapa bulan terakhir. Sandiaga yang memiliki panggilan akrab Sandi ini telah mantap maju untuk menjadi calon wakil gubernur daripada Anies Baswedan yang sekarang sedang berkontestasi untuk memenangkan kursi DKI 1.

Sandi yang sebelumnya terkesan bebas dari keganasan pemberitaan-pemberitaan miring selama masa kampanye Pilkada  sepertinya tidak lagi dapat bersembunyi dari pena tajam para jurnalis. Pasalnya, baru-baru ini Sandi dilaporkan oleh seseorang bernama Fransiska Kumalawati terkait kasus penggelapan tanah kliennya.

Masuk akalkah laporan hukum yang diisukan berbau politis ini? Sebelum kita ke sana, mari kita terlebih dahulu mengenal sosok Sandi yang tak hanya kaya prestasi, tetapi juga sensasi.

Si Anak Emas William Soeryadjaya

Kebanyakan dari publik hanya tahu bahwa Sandi adalah seorang sosok pengusaha yang sangat kaya raya. Buktinya saja, nama Sandiaga Salahuddin Uno dapat terpampang sebagai orang terkaya nomor 47 di Indonesia menurut Forbes pada tahun 2013 (Source: Forbes). Akan tetapi, tidak banyak orang yang tahu siapakah yang berada di balik kepiawaian Sandi sehingga dia dapat menjadi seorang pengusaha dengan net worth US$ 460 juta atau setara Rp 6 trilliun.

Ternyata, kesuksesan dan insting bisnis Sandi tidak dapat dilepaskan dari sosok almarhum William Soeryadjaya yang menjadi mentor bisnis Sandi. Bila anda tidak tahu, William adalah pendiri dari Astra International yang usahanya mencakup industri automotif, agrikultur, keuangan, alat berat, teknologi informasi, infrastruktur, dan logistik. Saking besar dan luasnya bisnis dari Astra, perusahaan ini bahkan disebut sebagai barometer perekonomian Indonesia di dalam situs investasi Indonesia (Source: Indonesia Investments).

Sandi muda disekolahkan oleh William di Wichita State University, Amerika Serikat di mana Sandi lulus dengan gelar summa cum laude  di tahun 1990. Keuletan dan kepintaran Sandi ternyata mengambil perhatian dari Edwin Soeryadjaya yang merupakan anak dari almarhum William. Sandi kemudian dipekerjakan di Bank Summa yang dipegang oleh Edwin. Karena prestasinya, Sandi mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studinya di George Washington University. Tidak main-main, Sandi lulus dengan IPK sempurna 4,00 dari universitas tersebut pada tahun 1992 (Source: TribunNews).

Wichita State University
Wichita State University (Source: The Wichita Eagle)

Karir Sandi terus melesat hingga dia menjabat sebagai Executive Vice President dari sebuah perusahaan Kanada bernama NTI Resources. Berada di atas angin, Sandi mendapatkan bayaran US$ 8,000 per bulan hingga tahun 1997. Sayangnya, keadaan ekonomi yang buruk menjelang krisis di tahun 1998 menyebabkan perusahaan tempat Sandi bernaung bangkrut. Sandi terpaksa kembali ke Indonesia dengan menyandang titel pengangguran.

Tidak cepat putus asa, Sandi memutuskan banting setir untuk menjadi pengusaha di Indonesia. Sandi menggandeng teman SMA-nya yang bernama Rosan Perkasa Roeslani untuk membangun PT Recapital Advisors. Almarhum William sekali lagi berperan besar pada pertumbuhan Sandi, di mana Sandi belajar banyak seluk-beluk dunia bisnis dari William pada saat ini.

Pada tahun 1998, Sandi kembali mengukuhkan hubungan dekatnya dengan keluarga Soeryadjaya dengan membangun perusahaan investasi PT Saratoga Investama Sedaya bersama Edwin Soeryadjaya (Source: Kompas). Dari sana, kekayaan Sandi terus melesat hingga dia memegang jabatan direksi beberapa perusahaan seperti Adaro, Indonesia Bulk Terminal, Mitra Global Telekomunikasi Indonesia, dan banyak lagi. Perusahaan-perusahaan ternama seperti BTPN, dan Mandala juga sempat berada di tangan Sandi melalui perusahaan Saratoga yang dimilikinya.

Sandiaga dan Saratoga
Sandiaga dan Saratoga (Source: Ampera.co)

Anak dan Adik Angkat yang Durhaka?

Di balik prestasinya yang seabrek, sayangnya catatan perilaku Sandi tidak selamanya mendapatkan nilai A. Saat ini Sandi terlibat kasus hukum yang menyeret-nyeret namanya dan kakak angkatnya, Edwin Soeryadjaya.

Edwin Soeryadjaya
Edwin Soeryadjaya (Source: Forbes)

Tentunya anda masih ingat pemberitaan yang menyebar seperti bara api terkait dengan laporan Fransiska Kumalawati yang menyatakan Sandi telah menggelapkan lahan milik Edward Soeryadjaya, kakak dari Edwin Soeryadjaya.

Sebelumnya, Sandi dituduh telah mengalihkan tanah proyek Depot BBM Pertamina Balaraja yang dimiliki Edward secara illegal dengan cara memalsukan dokumen.  Sertifikat tanah bernomor 31 yang dimiliki oleh Edward  dipalsukan dengan diterbitkannya surat tanah nomor 32 oleh Sandi melalui perusahaan bernama Pandanwangi Sekartaji (PWS) yang dimilikinya. Mengutip pernyataan Edward, “Yang saya sayangkan, kenapa Sandi seolah gelap mata demi mendapatkan uang ganti rugi US$ 12, 8 juta (sekitar Rp 110 miliar) dari Pertamina. Sayang sekali.” (Source: Indonesiasatu.co).

Surat Laporan Kasus Penggelapan Tanah
Surat Laporan Kasus Penggelapan Tanah (Source: Gerilyapolitik.com)

Dipolitisasi?

Berkali-kali Sandi mengatakan kepada pers bahwa kasusnya ini sifatnya adalah dipolitisasi karena prosesnya yang begitu cepat. Sandi yang mengaku bertemu dengan Edward 2 minggu sebelum pelaporan kasusnya ini menyatakan bahwa Edward sendiri mengaku bahwa dia akan menggunakan kasus ini untuk menjegal Sandi (Source: Tempo).

Di sisi lain, menurut sisi Edward yang diwakilkan oleh Fransiska, tidak ada politisasi terhadap kasus ini sama sekali. Elakan Sandi yang menanyakan mengapa kasus ini baru diungkap sekarang, padahal kasusnya sudah ada sejak tahun 2012 dipatahkan oleh Fransiska. Fransiska menegaskan bahwa pihaknya sudah berusaha menghubungi Sandi sejak awal 2016 untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, jauh sebelum Sandi mencalonkan diri sebagai wakil Gubernur DKI. Karena tidak menemukan jawaban yang berarti, maka pihaknya memutuskan untuk melaporkan Sandi ke polisi (Source: Kompas).

Ayo Kejar IPK 4,00 Lagi

Tidak dipungkiri bahwa Sandi adalah sosok anak bangsa yang sangat berprestasi dan sukses. Pengajuan dirinya sebagai salah seorang calon pemimpin daerah juga sangatlah pantas mengingat dia adalah salah satu putra terbaik bangsa.

Akan tetapi, Sandi masih berhutang jawaban kepada publik Indonesia sebelum kami bisa memilihnya. Bukan hanya itu, publik Indonesia mengharapkan jawaban sempurna dari mantan mahasiswa berprestasi ini sehingga publik Indonesia juga dapat memberikan nilai 4,00 kepada Sandi.

Tapi untuk dapat menjawab pertanyaan publik ini, tentunya Sandi diharapkan untuk tidak lagi mangkir dari panggilan polisi seperti sebelumnya (Source: Detik.com). Walaupun panggilan kali ini tidak wajib, tentunya Sandi ingin menunjukkan contoh yang baik sebagai calon pemimpin rakyat dari Negara demokrasi seperti Indonesia.

Selain itu, Sandi juga masih memiliki soal ujian dari mata kuliah etika. Mungkin beberapa orang lupa bahwa nama Sandiaga Uno pernah keluar dalam Panama Papers. Walaupun penggunaan firma hukum di luar ini legal, nama Sandiaga Uno ini juga termasuk dalam list nama orang yang turut serta dalam program tax amnesty di Indonesia. Walaupun sekali lagi ini sifatnya adalah legal di mata hukum, keikut sertaan di dalam tax amnesty dengan tidak langsung mengindikasi bahwa telah terjadi upaya untuk menghindari pajak sebelumnya. Dan sebagai warga Negara dan calon pemimpin yang baik, tentunya Sandi memiliki tes besar di bidang etika untuk dapat dijawab dengan sempurna.

Tentunya rakyat Indonesia memiliki harapan yang besar terhadap sosok Sandi, dan rakyat Indonesia berharap Sandi dapat sekali lagi lulus ujian dengan summa cum laude.

Tentang Penulis

Steven Kester Yuwono

Steven Kester Yuwono adalah CTO dan Co-Founder dari Jurnal Kebenaran. Saat ini Kester sedang menyelesaikan studi PhD ilmu komputer di bidang Natural Language Processing, dimana Kester berharap aplikasi dari risetnya dapat membawa dampak positif di bidang kesehatan. Kester yang juga merupakan antusias gitar dan badminton ini juga memiliki minat besar dalam menjelajahi bagaimana teknologi dapat membawa perubahan di berbagai industri.