Pejabat Dukung Calon Gubernur, Bisa Dipecat

JAKARTA – Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, calon gubernur DKI Jakarta nomor 2, menilai bahwa pejabat DKI yang blak-blakan mendukung calon pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2017, bisa dipecat.

Kabar tersebut di ungkapkan Ahok setelah mendengar berita bahwa ada sejumlah kepala dinas yang siap memenangkan calon gubernur dan wakil nomor 1, Agus-Sylvi. Ahok mengatakan bahwa pejabat bisa dipecat apabila mendukung salah salah satu calon gubernur termasuk dirinya.

Tim Ahok-Djarot menduga bahwa ada aparat sipil DKI Jakarta yang mendukung Agus-Sylvi karena tidak ingin Ahok menjadi gubernur. Laporan ini disampaikan tim Ahok-Djarot kepada Bawaslu DKI, pada hari Jumat (27/1/2017).

Wakil Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI Jakarta, Ahmad Muslim, pernah mengatakan, ada tujuh kepala dinas DKI Jakarta yang siap memenangkan Agus-Sylvi pada Pilkada DKI Jakarta yang akan datang. Tujuh pejabat tersebut tidak ingin disebut namanya di depan publik.

Tetapi, menurut Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, tidak ada bukti bahwa tujuh kepala dinas telah mendukung dan siap memenangkan pasangan Agus-Sylvi. Sumarsono merasa laporan tersebut adalah klaim satu pihak.

Tentang Penulis

Steven Kester Yuwono

Steven Kester Yuwono adalah CTO dan Co-Founder dari Jurnal Kebenaran. Saat ini Kester sedang menyelesaikan studi PhD ilmu komputer di bidang Natural Language Processing, dimana Kester berharap aplikasi dari risetnya dapat membawa dampak positif di bidang kesehatan. Kester yang juga merupakan antusias gitar dan badminton ini juga memiliki minat besar dalam menjelajahi bagaimana teknologi dapat membawa perubahan di berbagai industri.