Rangkuman: Badai di Balik Jeruji Ahok

Cukup lama tak terdengar kabarnya, Ahok dan keluarga tiba-tiba mengejutkan masyarakat dengan beredarnya sebuah surat di dunia maya yang berisikan gugatan cerai Ahok terhadap Veronica Tan, istri dari Ahok, pada hari Minggu 7 Januari 2018. Sempat dikira sebuah berita hoax yang keji, beberapa artis sempat menampik berita tersebut. Salah satu artis yang awalnya tidak percaya dengan kabar ini adalah Uya Kuya yang sempat mengatakan bahwa pemberitaan ini adalah sebuah manuver politik kejam yang mungkin saja disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan Ahok (Source: Liputan 6).

Sebenarnya wajar saja bila banyak yang tidak percaya akan berita mengenai perceraian Ahok, pasalnya Ahok dan istri selalu terkesan langgeng dan suportif setiap kali mereka muncul di publik. Jadilah netizen terbagi menjadi dua kubu pada minggu pertama 2018 tersebut. Tak usah menunggu terlalu lama, rasa penasaran publik terjawab pada hari Senin 8 Januari 2018 ketika pengacara dari Ahok buka suara mengenai berita ini. Ditemui di Pengadilan negeri, Josefina Agatha mengiyakan adanya gugatan cerai dari Ahok terhadap istrinya. Josefina sendiri mengaku bahwa kuasa untuk menggugat cerai Veronica baru diterimanya pada tanggal 4 Januari 2018 (Source: CNN Indonesia).

Simpang Siur Duduk Perkara

Ditanyakan mengenai alasan perceraian dari Ahok dan Veronica, Josefina memilih untuk bungkam. Menurutnya, tidak etis bagi seorang pengacara untuk mengumbar alasan perceraian kliennya karena sifatnya adalah privat. Josefina juga menambahkan bahwa beredarnya surat gugatan cerai di dunia maya juga seharusnya tidak terjadi, menimbang sifat surat tersebut yang rahasia.

Bagai bara api, spekulasi mengenai asal muasal perceraian Ahok-Vero semakin menjadi jadi. Sebuah surat yang tampak seperti ditandatangani oleh Ahok juga beredar di banyak grup aplikasi WhatsApp. Surat yang diduga berisikan curahan hati seorang Basuki Tjahaja Purnama tersebut menghembuskan dugaan bahwa ada orang ketiga di bahtera rumah tangga mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Berikut adalah kutipan dari surat yang sempat beredar di WhatsApp tersebut:

Dalam pernikahan ada satu kata jangan pernah diucapkan yakni “cerai”! Ketika Yesus ditanya tentang perceraian, begitu tegas jawabanNya: “Tidak boleh ada perceraian kecuali berzinah”. Apa yang terjadi jika perempuan yang terus menantang bercerai dan prianya tidak terima? Atau diterima kemudian perempuannya batalkan karena melihat prianya.

Ini menjadi buah simalakama, tidak mau cerai tetapi mengancam cerai setiap kali ada bukti hubungan dengan pria lain. Inilah posisi yang sulit untuk pria bertahan tidak cerai, artinya “tutup mata” dengan pertemanan khusus dengan pria lain. Cerai dianggap egois (anak-anak bisa dipengaruhi seolah pria tidak sayang keluarga karena menceraikan ibunya?).

Satu lagi yang tidak pernah boleh lakukan, menantang Tuhan untuk buktikan masih ada hubungan dengan pria/perempuan lain. Tuhan pastikan akan dibukakan setelah sampai ke titik yang tidak mungkin kembali barulah sadar? Atau melindungi kepentingan sendiri dan prianya? Bukankah mudah untuk perempuan melepaskan pria “teman baiknya” jika suami sudah tahu dan maafkan. Setiap miss call saja, jika tidak mau lapor dan ketahuan namanya masih terus hubungan. Roma 8:6.

 

Tulisan Ahok
Tulisan Ahok yang Beredar di Grup WhatsApp (Source: detik.com)

Ditanyakan mengenai kebenaran surat ini, Josefina sekali lagi enggan untuk berkomentar karena ikatan kode etik profesinya. Josefina kemudian hanya menambahkan bahwa gugatan cerai Ahok kepada istrinya berjumlah 7 halaman tanpa mengatakan bahwa isi dari surat tersebut masuk di dalamnya atau tidak (Source: detik.com).

Walaupun sampai sekarang kebenaran dari surat tersebut belum dapat diverifikasi, banyak media semakin ramai memberitakan dugaan perselingkuhan oleh Veronica Tan. Mengutip dari pemberitaan oleh situs Kumparan yang mengaku mendapatkan surat perceraian dari Ahok dan Vero, gugatan ini disebabkan oleh adanya orang ketiga yang disebut sebagai “good friend” dari Vero. Kumparan mengabarkan bahwa Ahok menerima banyak bukti hubungan antara Vero dan lelaki tersebut pada tanggal 2 Desember 2017. Bahkan dikatakan juga bahwa Vero menyamarkan keberadaan lelaki tersebut dengan menyimpan nomor lelaki tersebut sebagai “Medan lang” yang mempunyai arti “orang Medan” (Source: kumparan.com).

Surat Cinta Ahok Untuk Vero

Bagaikan sebuah drama, gonjang-ganjing rumah tangga Ahok semakin menguat ketika beredar video pembacaan surat cinta buatan Ahok untuk Veronica pada ulang tahun pernikahan ke-20 mereka pada bulan September 2017 lalu yang dibacakan oleh anak mereka, Nicholas Sean Purnama.

Sungguh sangat miris apabila benar gugatan cerai tersebut dikarenakan adanya pihak ketiga. Pasalnya, surat yang ditulis oleh Ahok untuk Vero ini terdengar begitu tulus. Di dalam surat tersebut, Ahok bahkan mengatakan dalam suratnya bahwa hadiah ulang tahun pernikahan ke-20 terbesar yang didapatnya adalah fakta bahwa dia berada di balik jeruji. Karena dari sana, Ahok menjadi mengerti betapa beruntungnya dia bahwasanya pernikahannya masih utuh, dan bagaimana Vero berbesar hati untuk memaafkan segala kegilaan yang datang dari profesi Ahok. Ahok lalu mengakhiri suratnya dengan kalimat “Love prospers when a fault is forgiven”, sebuah kalimat yang cukup menyayat mengingat konteks yang harus dihadapinya sekarang (Source: CNN Indonesia).

Sidang Perceraian

Apapun itu spekulasinya, publik sepertinya masih harus menunggu setidaknya sampa tanggal 31 Januari 2018 mendatang di mana sidang perdana dari perceraian Ahok dan Veronica Tan akan digelar. Jootje Sampaleng yang merupakan Humas dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara di mana sidang Ahok dan Vero akan diadakan mengatakan bahwa agenda dari sidang perdana ini adalah untuk menetapkan waktu mediasi, di mana kedua belah pihak akan diusahakan untuk dirukunkan sebelum kemudian maju ke tahap perceraian (Source: Kompas).

Menentukan Sikap Sebagai Penonton

Harus diakui bahwa pemberitaan mengenai sosok Ahok yang dari dulu selalu mencuri perhatian ini sangatlah menarik untuk diikuti. Namun, kita sebagai pihak eksternal harus bijak dalam menentukan reaksi kita terhadap pemberitaan seperti ini. Kasus perceraian sebuah publik figur sejatinya adalah sebuah permasalahan yang sangat privat dan terlepas dari apapun posisi orang tersebut di dalam masyarakat. Mengingat besarnya simpang siur mengenai isu ini, sudah saatnya kita menjadi penonton yang lebih bijak supaya kita tidak memperkeruh suasana dengan melontarkan spekulasi-spekulasi yang sebagian besar bahkan tidak dapat diverifikasi kebenarannya. Sekali lagi, marilah kita menjadi penyimak yang baik, dan apapun hasil akhir dari isu ini, pada akhirnya kita harus mengerti bahwa ini adalah jalan yang terbaik saat ini untuk semua pihak yang terlibat.

Tentang Penulis

Aditya Aulia Wibowo

Aditya Aulia Wibowo adalah CEO & Co-Founder dari Jurnal Kebenaran. Aditya yang lulus dengan gelar Bachelor of Social Science in Economics (Hons) memiliki rasa ingin tahu yang besar dalam mekanisme pengambilan keputusan dari kaca mata Behavioral Economics. Aditya percaya bahwa pemahaman tertinggi terhadap suatu isu datang dalam bentuk empati, dan oleh karenanya Aditya menghargai proses diskusi terbuka.