Rangkuman: Misteri Kematian Kim Jong Nam

Dunia dikejutkan oleh pembunuhan di siang bolong yang terjadi di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) pada tanggal 13 Februari 2017 lalu. Hal yang lebih mengejutkan lagi adalah fakta bahwa korban yang bernama Kim Jong Nam merupakan saudara dari Kim Jong Un yang merupakan pemimpin dari Korea Utara.
Berbagai pertanyaan tak pelik mencuat karena kejadian menggemparkan ini. Yang kemudian menjadi sorotan dunia adalah bagaimana bisa pembunuhan ini terjadi di siang bolong di mana aktivitas bandara internasional itu sedang ramai-ramainya? Siapakah pelaku dan dalang dari pembunuhan ini? Apa juga yang dilakukan oleh anak dari penguasa Korea Utara tersebut di Malaysia? Apakah hubungan Korea Utara yang selama ini menutup diri dengan Malaysia?

Kejadian

Kim Jong Nam yang hendak terbang ke Macau dari KLIA pada tanggal 13 Februari 2017 tiba-tiba disergap oleh seorang wanita tidak dikenal dari belakang. Video yang beredar menunjukkan bahwa seorang wanita lagi kemudian menyergap Nam dan menempelkan sesuatu ke wajahnya (Source: The Straits Times). Nam yang kemudian merasa pusing setelah kejadian tersebut terlihat meminta bantuan medis dari staff KLIA. Sayangnya, Nam meninggal di ambulance saat sedang dilarikan ke rumah sakit setempat.

Pelaku

Kedua wanita yang terlihat menyergap Nam di bandara dengan cepat ditangkap oleh kepolisian Malaysia. Doan Thi Huong yang merupakan warga Negara Vietnam ditangkap di bandara yang sama saat dia hendak meninggalkan Kuala Lumpur dua hari setelah pembunuhan berlangsung. Yang kemudian menggemparkan rakyat Indonesia adalah pelaku kedua yang ditangkap pada jam 2 dini hari tanggal 16 Februari 2017. Siti Aisyah yang ditangkap setelah pacarnya membantu kepolisian setempat melacak wanita tersebut ternyata adalah seorang warga Negara Indonesia (Source: Detik).

Siti Aisyah Passport
Passport Siti Aisyah (Source: Telegraph UK)

Huong dikabarkan meninggalkan kampungnya di bagian utara Vietnam ketika dia masih berumur 17 tahun. Keluarga dari Huong dikabarkan sangat terkejut ketika mendapati Huong yang saat ini berumur 28 tahun berada di Malaysia dan terlibat pembunuhan orang penting Korea Utara tersebut. Huong yang dikatarkan ingin terjun ke dunia entertainment dikabarkan pernah mengikuti audisi Pop Idol versi Vietnam. Halaman Facebooknya yang bernama Ruby Ruby juga menunjukkan beberapa selfie yang terkesan glamor (Source: BBC).

Aisyah, 25 tahun, yang bekerja di panti pijat sebuah hotel di Malaysia beralih bahwa dirinya dan Huong telah dijebak oleh seseorang yang dia katakan terlihat seperti orang Jepang atau Korea. Orang tersebut memberikan iming-iming sekitar 400 Ringgit Malaysia (Rp 1.200.000,-) untuk mengerjai Nam dengan menyemprotnya dengan baby oil di sebuah reality show (Source: The New York Times). Aisyah juga dikabarkan merayakan ulang tahunnya bersama teman-temannya tepat semalam sebelum hari pembunuhan. Sebuah video yang diambil malam itu juga menunjukkan bahwa Aisyah sempat memberi tahu temannya kalau dia akan menjadi bintang internet sebentar lagi (Source: BBC).

Akan tetapi, Inspektur Jenderal Khalid Abu Bakar dari kepolisian Malaysia membantah bahwa kedua tersangka telah ditipu. Menurutnya, kedua pelaku terlihat seperti terlatih dalam menjalankan pembunuhan ini. Salah satu pelaku juga terlihat mengangkat kedua tangannya dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ini menandakan bahwa kedua orang tersebut tahu bahwa cairan yang mereka bawa sifatnya adalah beracun (Source: The Straits Times).

Siti dan Huong diancam hukuman mati bila mereka terbukti bersalah dengan melakukan pembunuhan terencana. Empat orang dari Korea Utara yang berada di café dekat dengan tempat kejadian tersebut pada saat kejadian juga telah ditangkap terkait dengan pembunuhan ini (Source: YouTube).

Alat Pembunuhan

Racun yang digunakan dalam pembunuhan Kim Jong Nam dikabarkan merupakan senjata kimia dan biologis yang dilarang penggunaannya di dunia. Racun yang bernama VX nerve agent ini bekerja dengan cara membuat otot berkontraksi yang akhirnya akan mempengaruhi diafragma dan menyebabkan seseorang mati karena kehabisan nafas. Beberapa tetes dari bahan kimia berbahaya ini dikatakan bisa membunuh seseorang ketika bersentuhan dengan kulit.

Jenis VX nerve agent yang digunakan kedua wanita ini diduga adalah tipe di mana larutan tersebut disediakan dalam keadaan terpisah. Larutan tersebut tidak akan bereaksi bila tidak tercampur satu sama lain dan tidak berbahaya dalam keadaan terisolasi dari satu sama lain. Hal ini mengapa resiko lebih besar ada pada orang kedua yang menyemprotkan larutan tersebut dan mengaktivasikannya. Dugaan ini diperkuat fakta bahwa tersangka kedua sakit dan muntah-muntah sesaat setelah penyerangan tersebut (Source: The Straits Times).

Putra Penguasa yang Membelot

Kim Jong Nam lahir di Pyongyang, ibu kota dari Korea Utara, dari hubungan antara Kim Jong Il yang saat itu masih memimpin posisi nomor satu Korut dengan Song Hye Rim, seorang aktris. Hubungan ini sempat disembunyikan oleh Kim Jong Il dari Kim Il Sung yang tidak setuju atas hubungan tersebut. Walaupun merupakan saudara dari Kim Jong Un yang merupakan pemimpin dari Korea Utara saat ini, Nam dan Un lahir dari ibu yang berbeda.

jongnam_and_jongun
Kim Jong-Nam dan ibunya, Song Hye-Rim (kiri) – Kim Jong-Un dan ibunya, Ko Yong-Hui (kanan)

Kim Jong Nam sendiri sempat digadang-gadang untuk mendapatkan tongkat kepemimpinan atas Korea Utara sebagai penerus Kim Jong Il. Rencana ini kemudian rusak karena skandal yang melibatkan Kim Jong Nam pada tahun 2001 lalu. Nam ditangkap di bandara udara Narita di Jepang setelah dia berusaha untuk masuk ke Negara tersebut dengan passport palsu Republik Dominika. Ditanyakan mengenai alasannya memasuki Jepang dengan passport palsu tersebut, Kim Jong Nam menjawab bahwa dia ingin mengunjungi Tokyo Disneyland (Source: The New York Times). Nam yang kemudian dideportasi ke Cina jelas saja membuat murka Kim Jong Il yang langsung membatalkan kunjungannya ke Cina karena rasa malu.

Menurut interview yang dilakukan pada tahun 2009, Nam tidak berkeinginan untuk memegang kursi kepemimpinan di Korea Utara. Yang lebih mengejutkan lagi, Nam sendiri terkesan sangat kritis dengan kepemimpinan di Korea Utara saat ini. Pada interview dengan Tokyo Shimbun pada tahun 2011, Nam sempat berkomentar bahwa Kim Jong Un harus memperbaiki kehidupan rakyat Korea Utara.

Nam yang diedukasi di Switzerland dan tinggal di luar Korea Utara ini dikabarkan sudah berulang kali menghindari upaya pembunuhan dari Korea Utara. Menurut BBC, seorang mata-mata Korea Utara mengaku bahwa dia pernah diperintahkan untuk menghabisi Kim Jong Nam pada tahun 2012. Mata-mata tersebut juga menyatakan bahwa dia sempat menyewa pengemudi taksi untuk menabrak Nam di tahun 2010 (Source: The Straits Times).

Malaysia & Korea Utara

Malaysia dan Korea Utara ternyata memiliki hubungan diplomatis yang sangat baik. Pemegang paspor Malaysia adalah satu-satunya pemegang paspor di dunia yang dapat menginjakkan kaki di Korea Utara tanpa visa (Source: CNN).

Berbagai spekulasi kemudian muncul dengan adanya gonjang-ganjing kasus ini di media, mulai dari dugaan bahwa Malaysia bersekongkol dengan Korea Selatan untuk mendiskreditkan nama Korut, sampai dengan dugaan liar bahwa Malaysia terlibat kasus pencucian uang dengan Negara komunis tersebut.

Najib Razak dan Kim Jong-Un
Najib Razak dan Kim Jong-Un (Source: FinanceTwitter)

Drama ini tidak hanya berhenti di dunia maya. Walaupun pada awalnya pemerintah Malaysia mengumumkan bahwa kematian Nam adalah dikarenakan oleh serangan jantung, mereka kemudian menarik pernyataan itu dan mengatakan akan melakukan autopsi pada tubuh Nam. Duta Besar Korut untuk Malaysia, Kang Chol, kemudian menyatakan pada 17 Februari 2017 bahwa mereka tidak akan menerima hasil autopsi paksa tersebut dan mendesak Malaysia untuk menyerahkan jasad Nam ke Korea Utara. Akan tetapi, Kepala Kepolisian Selangor Abdul Samah Mat mengatakan bahwa tanpa adanya DNA dari kerabat Nam, mereka tidak dapat menyerahkan jasad tersebut ke Korea Utara. Kang Chol kembali membuat pernyataan pada tanggal 20 Februari 2017 bahwa pemerintah Malaysia telah berkonspirasi dengan pihak-pihak yang merupakan musuh Korut dalam investigasi ini, termasuk dengan Korea Selatan. Perdana Menteri Malaysia yang kemudian merespon sehari setelahnya mengatakan bahwa tuduhan dari Duta Besar Korut tersebut adalah kasar sifatnya. Beliau juga menegaskan bahwa Malaysia tidak akan menjadi bidak bagi Negara manapun (Source: CNN).

Tentang Penulis

Aditya Aulia Wibowo

Aditya Aulia Wibowo adalah CEO & Co-Founder dari Jurnal Kebenaran. Aditya yang lulus dengan gelar Bachelor of Social Science in Economics (Hons) memiliki rasa ingin tahu yang besar dalam mekanisme pengambilan keputusan dari kaca mata Behavioral Economics. Aditya percaya bahwa pemahaman tertinggi terhadap suatu isu datang dalam bentuk empati, dan oleh karenanya Aditya menghargai proses diskusi terbuka.