Buat Apa Merayakan Hari Media Sosial?

Selamat Hari Media Sosial! Bagi anda yang belum tahu, tanggal 10 Juni telah dijadikan Hari Media Sosial Indonesia setelah ide tersebut dicetuskan oleh pengusaha bernama Handi Irawan pada tahun 2015 silam. Menurut Handi, peringatan ini penting adanya agar rakyat Indonesia semakin mengerti pentingnya bermedia sosial dengan positif (Source: CNN).
Menurut data dari We Are Social di tahun 2016, 88,1 juta dari 260 juta penduduk Indonesia adalah pengguna aktif internet. Bukan hanya itu, 79 juta di antaranya juga dinyatakan sebagai pengguna media sosial aktif.
Dengan pertumbuhan pengguna media sosial sebesar kurang lebih 10% setiap tahunnya, maklum saja bila kita harus memberikan perhatian lebih terhadap penggunaan platform ini.

Media Sosial Berdampak Buruk?

Media Sosial kerap dianggap sebagai suatu hal yang negatif oleh banyak orang. Bukan hanya penggunaan media sosial dianggap membuang-buang waktu, media sosial bahkan terkadang diposisikan sebagai alat untuk melakukan penipuan hingga pencemaran nama baik.

Tak hanya berhenti di sana, lembaga kesehatan publik di United Kingdom, the Royal Society for Public Health, baru-baru ini merilis sebuah riset mengenai dampak media sosial terhadap remaja berumur 14-24 tahun. Menurut laporan tersebut, media sosial seperti Facebook, Instagram, Snapchat, dan Twitter ditemukan membawa dampak negatif terhadap kesehatan mental anak-anak muda.

Instagram sendiri dianggap sebagai platform media sosial yang memiliki dampak negatif paling besar, terutama bagi perempuan. Pasalnya, Instagram cenderung membuat perempuan untuk membandingkan penampilannya dengan standard yang tidak masuk akal. Dan apabila kita mengingat bagaimana orang-orang di sekitar kita berpikir panjang untuk mengedit, dan mempercantik fotonya dengan berbagai cara, maka temuan ini sebenarnya tidaklah begitu mengejutkan. (Source: CNN).

Di samping itu, media sosial dianggap sebagai lahan subur untuk berita-berita palsu dan opini yang tidak berdasarkan fakta untuk tumbuh dan berkembang. Facebook sendiri sempat dikritik oleh publik karena dianggap membiarkan berita palsu (hoax) menjadi viral menjelang pemilu di Amerika Serikat. Menurut NewsWhip yang merupakan sebuah perusahaan yang memantau konten media sosial dan menandai berita palsu yang mulai tersebar, sekitar 33% dari 200 berita mengenai kandidat pemilu presiden Amerika yang paling banyak dishare dan dibaca adalah palsu. Facebook sendiri sudah memperbaharui algoritma dan sistem operasinya untuk menangkal terjadinya kejadian serupa di masa yang akan datang. Namun begitu, sistem pengecekan fakta Facebook sendiri hanya efektif untuk membongkar berita-berita yang sepenuhnya palsu. Tidak diketahui apakah sistem Facebook tersebut juga akan menghapus konten dengan judul yang menyesatkan walaupun isinya benar. Ditambah lagi, Facebook sendiri didesain agar pengguna melihat hal-hal yang ingin dilihatnya saja di halaman media sosialnya. Ini berarti apabila seseorang sudah memiliki kepercayaan kuat terhadap suatu isu yang mungkin saja salah, maka kecil kemungkinan bagi orang tersebut untuk menemukan informasi yang bersebrangan dengan pandangannya tersebut (Source: CNN).

Media Sosial Sebagai Pembawa Dampak Positif

Akan tetapi, terlalu dini rasanya bila kita untuk langsung memberikan label negatif kepada media sosial. Seperti layaknya uang, media sosial adalah sebuah alat yang dapat digunakan untuk melakukan banyak hal, baik itu untuk hal yang positif dan negatif. Uang Rp 10 juta bisa digunakan untuk membayar uang kuliah setahun, dan dapat pula dijadikan uang imbalan untuk mencelakai orang lain. Lalu apakah kita bisa mengatakan bahwa uang itu sifatnya positif? Jawabannya tidak. Lalu apakah uang itu sifatnya negatif? Tidak Juga. Uang sifatnya netral, sama seperti internet dan media sosial.

Pada akhirnya, pengguna alat tersebutlah yang menentukan apakah alat yang digunakannya dapat membawa dampak positif atau tidak. Media sosial sendiri memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat digunakan sebagai suatu sarana yang positif.

Berikut adalah beberapa hal positif yang dapat anda lakukan dengan akun media sosial anda.

1. Sarana Pembelajaran

Dengan adanya media sosial, menjadi sangat mudah bagi orang-orang untuk menemukan sumber pembelajaran yang berkualitas dengan harga yang terjangkau atau bahkan gratis. Contohnya saja apabila anda gemar memasak dan ingin mencoba resep-resep baru, anda dapat membuka halaman resep seperti halaman Facebook Tasty. Bukan hanya mereka menyediakan resep dan video panduan memasak, anda dapat berinteraksi dengan orang lain yang sudah mencoba resep tersebut dan menanyakan saran dari mereka.

Tentu saja pembelajaran yang bisa anda dapatkan bukan hanya terbatas pada masak-memasak, ada halaman-halaman serupa yang berhubungan dengan personal finance, sains, investasi, keterampilan tangan, dan banyak lagi.

2. Sarana Membantu Sesama

Pastinya masih segar di ingatan anda tentang kisah Supratman, kakek penjual pisang gerobak yang uangnya dirampok oleh 3 orang tidak dikenal. Supratman yang teriak meminta pertolonganpun dihampiri oleh seseorang bernama Tommy yang kemudian mengunggah foto dan cerita mengenai kisah Supratman ke halaman Facebooknya. Unggahan tersebut sukses mendapatkan lebih dari 80 ribu likes dan 70 ribu shares. Bukan hanya itu, Supratman yang uangnya hilang Rp 1,1 juta malah mendapatkan sumbangan lebih dari Rp 37 juta dari orang-orang yang iba akan kisahnya (Source: BBC).

3. Sarana Bisnis

Jauh dari kata sia-sia, menggunakan media sosial dapat menjadi pundi-pundi uang untuk anda. Berkembangnya media sosial juga telah melahirkan sumber-sumber baru untuk mencari uang. Contohnya saja, bila kamu suka menunjukkan minat dan bakat kamu di suatu bidang seperti musik, kuliner, & olahraga, anda dapat unjuk gigi di media sosial anda. Bukan hanya mendapatkan marketing gratis, bila banyak orang meminati karya anda, maka besar kemungkinan anda bisa menjadi influencer dan mendapatkan kontrak endorsement dari merk-merk tertentu. Besarnya kontrak ini bahkan bisa mencapai Rp 5 juta/pos.

Apabila anda lebih berminat untuk berdagang, anda juga dapat memasarkan usaha anda melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook. Dengan uang Rp 10 ribu per hari saja, anda dapat memasarkan produk ataupun jasa anda ke ribuan orang yang anda inginkan. Saking efektif dan manjurnya sistem pemasaran menggunakan media sosial, banyak perusahaan yang bahkan memiliki divisi Digital Marketing yang berhubungan dengan strategi pemasaran di platform internet.

Akhir kata, marilah kita menyambut Hari Media Sosial dengan memahami lebih jauh esensi dari media sosial di keseharian kita. Sudah saatnya kita mengerti bahwa menggunakan media sosial juga merupakan sebuah tanggung jawab yang besar. Marilah kita selalu bijak berinternet dan bermedia sosial dan bersikap positif dalam penggunaannya.

Tentang Penulis

Levina Ranisari

Levina Ranisari adalah Head of Graphic Design untuk Jurnal Kebenaran. Merupakan pekerja full-time di sebuah perusahaan alat-alat perminyakan, dan "pengamat" paruh waktu untuk beragam bidang, mulai dari olah raga, sains, hingga politik. Keterlibatan Levina dalam tim JK merupakan bentuk penyaluran semangat terhadap opini mendidik yang objektif dan dilandasi oleh pemahaman mendalam terhadap fakta yang ada.